Nilai moral dalam cerita Naruto ditampilkan kompleks, baik secara
eksplisit berupa percakapan maupun secara implisit berupa riwayat dan
tingkah laku tokoh-tokohnya. Dikisahkan Naruto merupakan seorang anak
yatim piatu yang dikucilkan dan tidak memiliki teman karena terdapat
rubah berekor sembilan yang disegel di tubuhnya. Ia sering berbuat onar
di desanya agar diperhatikan banyak orang. Namun, pemikirannya berubah
ketika ia mulai menjadi seorang shinobi. Ia adalah orang yang pantang
menyerah, selalu berusaha dan berjuang untuk menggapai impiannya menjadi
orang yang diakui keberadaannya oleh semua penduduk desa Konoha, yaitu
dengan menjadi Hokage. Diceritakan pula tokoh-tokoh lainnya.
Kakashi,
yang kehilangan ayah dan teman-teman satu timnya; Sasuke, yang seluruh
anggota keluarganya dibunuh; Gaara, yang dibenci oleh semua orang di
desanya bahkan oleh keluarganya sendiri;
Iruka, yang orang tuanya terbunuh Kyuubi; dan masih banyak yang lain.
Berikut nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalam animanga Naruto:
- Menggambarkan kasih sayang yang tulus, berusaha jujur dan percaya pada diri sendiri.
- Berjuang mempertahankan persahabatan dan perdamaian.
- Menggambarkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang tinggi.
- Menggambarkan pentingnya kerjasama, menghargai, menghormati, dan menolong sesama.
- Mengajarkan untuk mendahulukan kepentingan umum dalam kebenaran.
Jika diperhatikan, terdapat banyak kata-kata bijak di dalamnya. Contoh:
| “ |
Bukan karena menjadi Hokage maka semua orang akan mengakuimu, tapi ia yang diakui yang akan mampu menjadi Hokage. |
” |
|
|
Nilai persaingan sangat menonjol, diisi dengan persaingan antara Naruto dengan Sasuke, Kakashi dengan
Guy dan Obito,
Sakura dengan
Ino,
Jiraiya dengan
Orochimaru, dan lain-lain.
0 komentar:
Posting Komentar